Manajemen Pendidikan Terbaik

Manajemen pendidikan adalah jurusan yang saya sukai . Karna dalam jurusan ini bisa mempelajari dua bidang yaitu bidang manajemen (pengelolaan)dan bidang pendidikan.Manajemen Pendidkan satu untuk semua , semua untuk satu .

konsep dasar manajemen

Kamis, 14 Desember 2017


Visi dan Misi dalam Manajemen Pendidikan

visi_misi1
             Penerapan manajemen bagi suatu organisasi khususnya pada organisasi kependidikan sangat ditentukan oleh struktur hirarki organisasi yang berlaku. Pada kasus organisasi kependidikan di Indonesia mempunyai struktur hirarki yang panjang dan bertingkat (stratum) dari tingkat pusat, propinsi, kabupaten/kotamadya, kecamatan, sampai ke tingkat kelembagaan (PKBM).Dalam terminologi manajemen bila dipandang dari hirarki sistem dikenal pula sebutan manajemen puncak (top management), manajemen tingkat menengah (midle management), dan manajemen tingkat bawah (lower management). Terminologi mana yang sepadan bila kedua struktur tersebut dipadukan, akan tergantung pada bagimana organisasi tersebut dipandang; apakah sebagai total sistem, sub-sistem, komponen, dimensi atau variabel dari sistem lainnya.
            Jika organisasi tingkat pusat dianggap total sistem, posisi tugas pokok manajemen, menurut Yoyon Bahtiar Irianto (2002) berkaitan dengan terminologi manajemen strategik; Organisasi pada tingkat propinsi sebagai sub-sistemnya akan berkenaan dengan terminologi manajemen koordinatif; dan organisasi pada tingkat kabupaten/kota akan berkenaan dengan terminologi manajemen taktis; Serta pada organisasi tingkat kecamatan dan kelembagaan akan berkenaan dengan terminologi manajemen operasional.
            Misi manajemen lebih ditekankan untuk menghasilkan sejumlah alternatif tindakan, sebagai pedoman untuk perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, monitoring, mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas bertujuan jangka panjang; Merupakan dasar pengujian kembali dan perbaikan tujuan, kesinambungan antara rencana dengan kebijakan, menyeluruh, serta menggunakan metoda dan teknik: PPBS, analisa sistem, network scheduling, MIS, model-model simulasi, analisis lingkungan dan pengukuran kebutuhan, cost-benefit dan efectiveness analysis, management dan sistem control, serta operasi riset.
               Berdasarkan pengertian di atas, secara operasional manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagai serangkaian aktivitas yang rasional terhadap masalah-masalah pendidikan, dan aktivitas itu itu dilakukan secara bertahap melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi, serta ahirnya dilaksanakan dengan penuh kebijakan. Ditinjau dari bentuk keorganisasian manajemen sistem pendidikan sebagaimana dipaparkan di muka, maka ruang lingkup substansi manajemen pendidikan dapat dibagi pula ke dalam tingkat-tingkat seperti: tingkat makro, meso dan tingkat mikro. Dengan istilah yang lebih populer, manajemen makro adalah pada tingkat pusat (nasional), manajemen meso adalah pada tingkat propinsi, sedangkan manajemen mikro adalah manajemen pada tingkat kabupaten atau kelembagaan. Demarkasi dari pembagian tersebut sebenarnya lebih bersifat konstektual daripada bersifat konseptual dan teknikal (Soenarya, 2002).

Konsep Visi dan Misi dalam Konteks Manajemen Stratejik
              Fakry Gaffar (2001) mengartikan visi sebagai “daya pandang yang jauh, mendalam dan luas yang merupakan daya fikir abstrak yang memiliki kekuatan amat dahsyat dan dapat menerobos segala batas-batas fisik, waktu, dan tempat”. Karena itu, dalam pandangannya, visi adalah kunci energi manusia, kunci atribut pemimpin dan pembuat kebijaksanaan. Visi dipandang sebagai suatu inovasi dalam proses Manajemen Strategik, karena baru pada akhir -akhir ini disadari dan ditemukan bahwa visi itu amat dominan peranannnya dalam proses pembuatan keputusan termasuk dalam setiap pembuatan kebijakansaaan dan penyusunan strategi. Dari sudut pandang Manajemen Strategik, visi, kebijaksanaan dan strategi diletakan dalam suatu kontinuun yang utuh. Oleh karena itu, keseluruhan analisis tidak terlepas dari pola fikir ini. Dalam konstruk berfikir ini maka kebijaksanaan dapat diberi arti sebagai seperangkat keputusan yang mendasar dan konprehensif yang dapat dijadikan pedoman dalam tindakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan strategi adalah infrastruktur yang menjabarkan kebijaksanaan dalam proses perilaku untuk mewujudkan dan merealisasikan visi menjadi suatu kenyataan. Visi, kebijaksanaan dan strategi merupakan suatu kesatuan utuh yang diperlukan dalam mengembangkan organisasi pendidikan.
               Organisasi pendidikan di Indonesia mengemban tujuan dan misi yang jelas dalam konteks pembangunan bangsa secara keseluruhan. Tujuan ini merupakan arah yang harus dijadikan kiprah oleh setiap manajemen pendidikan. Sedangkan misi adalah suatu tanggung jawab dan tugas yang diemban oleh organisasi pendidikan untuk diwujudkan, misalnya membina manusia Indonesia profesional yang beriman dan bertaqwa. Misi dan tujuan walaupun secara teoretik berbeda namun pada hakekatnya merupakan satu kesatuan. Tujuan dan misi ini diikat dan dilandasi oleh suatu norma, suatu keyakinan yang dijadikan pegangan dan dijadikan landasan perjuangan yang disebut nilai atau values. Nilai atau values ini membentuk landasan yang kokoh bagi tujuan dan misi organisasi pendidikan. Values, tujuan dan misi, muncul kepermukaan dari visi. Dengan kata lain values, tujuan dan misi pada hakekatnya adalah unsur-unsur yang berkaitan erat yang mempunyai fungsi yang tidak sama namun merupakan satu kesatuan yang utuh yang muncul keluar dari visi.

Proses Pembentukan Visi Kelembagaan Pendidikan
              Visi terbentuk dan tumbuh berkembang sebagai hasil daya fikir dan hasil dinamika proses psikologi seseorang atau sekelompok orang. Orang ini mungkin manager, pemimpin, baik formal maupun informal atau perorangan yang memiliki kemampuan untuk melahirkan, membentuk dan mengembangkan visi. Terbentuknya visi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti: pengalaman hidup, pendidikan, pengalaman profesional, interaksi dan komunikasi internasional, berbagai pertemuan keilmuan dan berbagai kegiatan intelektual lain yang membentuk mindset atau pola fikir tertentu.
Mindset ini meletakan seluruh fenomena dalam posisi objektif yang mencakup keseluruhan perspektif dengan rinci, komprehensif, global yang dapat mempengaruhi kepentingan orang banyak dalam jangka panjang. Mindset ini terbentuk oleh visi, dan amatlah penting dimiliki oleh setiap pemimpin.
                 Karena pengaruh visi yang berjangka panjang ini, maka visi seyogyanya merupakan tugas utama pemimpin untuk melahirkan, memelihara, mengembangkan, mengkomunikasikan dan mempertahankannya. Josep V. Quigley dalam Fakry Gaffar (2001) berpendapat bahwa visi harus selalu disegarkan, sehingga tetap sesuai dan sepadan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Karena itu pula visi dalam konteks ini merupakan atribut utama seorang pemimpin. Karena itu maka tanggung jawab dan tugas pemimpin adalah melahirkan, memelihara, mengkomunikasikan, menerapkan, dan menyegarkan. visi agar tetap memiliki kemampuan untuk memberikan respon yang tepat dan cepat terhadap berbagai permasalahan dan tuntutan yang dihadapi organisasi.
                Merujuk pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa visi itu ternyata berproses, dapat direkayasa dan ditumbuh-kembangkan. Karena itu, Joseph V. Quigley dalam Fakry Gaffar (2001), berpendapat bahwa terbentuknya visi itu seharusnya melalui proses partisipasi dan musyawarah antar anggota kelompok team inti atau core leadership team members dalam Leadership Conference Planing Process (LCPP). Tahapan proses ini mencakup tiga fase kegiatan yaitu: pembentukan dan perumusan visi oleh anggota team inti kepemimpinan, kemudian merumuskan strategi secara konsensus, dan terakhir membulatkan sikap dan tekad sebagai total commitment untuk mewujudkan visi ini menjadi suatu kenyataan.

Visi dan Manajemen Strategik
            Perkenankanlah sekarang saya mengkaji lebih jauh tentang Manajemen Strategik yang akhir-akhir ini banyak menarik perhatian, dan memberikan analisis tentang keterkaitannya dengan visi. Samuel C. Cetro dan J. Paul Peter (2000), memberikan defenisi Strategic Management sebagai berikut: “Strategic Management is a continous, iterative process aimed at keeping the organization appropriately matched to its environment”. Dalam defenisi ini unsur berkelanjutan, berulang kembali secara sikuensial dalam satu siklus, dan unsure kesepadanan dengan kebutuhan dan aspirasi yang berkembang di masyarakat, merupakan ciri utama dari konsep Strategic Management itu. Definisi di atas diperjelas lebih jauh melalui konsep proses Strategic Management yang terdiri dari: 1) Menganalisis lingkungan, 2) Menentukan arah organisasi, 3) Merumuskan strategi , 4) Melaksanakan strategi, 5) Melakukan pengendalian Proses Strategic Management ini sikuensial secara logis dan sistematis.
             Mengkaji lingkungan, difokuskan kepada pemahaman terhadap kebutuhan dan
aspirasi serta perubahan-perubahan yang berkembang di masyarakat sebagai rujukan utama dalam menciptakan kesepadanan organisasi terhadap kebutuhan masyarakat. Sedangkan dalam merumuskan direction organisasi, yang menjadi fokus utamanya adalah menyusun misi dan objektif yang merupakan arah dan kiprah organisasi. Atas dasar kebutuhan yang berkembang di masyarakat, dan dengan misi dan objektif yang jelas, maka strategi organisasi dengan langkah-langkah implementasinya dapat dengan sistematis dibangun sebagai alternatif yang tepat untuk mewujudkan misi dan objektif itu. Kendali organisasi adalah langkah akhir dan diperlukan untuk menjamin bahwa strategi dan implementasinya itu berada pada jalur yang tepat, dan untuk menjamin bahwa kekeliruan, penyimpangan dan kelemahan dapat dihindari. Ini mengandung implikasi bahwa proses manajemen berjalan dengan efisien dan efektif.
            Definisi dan uraian tentang proses Strategic Management di atas, tampaknya sederhana namun mengandung makna yang cukup mendasar dan strategis, karena itu dunia bisnis dan industri berpendapat bahwa Strategic Management bagi mereka, dapat diandalkan karena memiliki fleksibilitas dan daya respon yang tinggi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dimasyarakat. Strategic Management dipandang sebagai suatu terobosan dari suatu proses evolusi managemen yang cukup panjang. Dalam konsep Strategic Management di atas dimanakah peran dan posisi misi itu? jawabannya adalah: visi berada dalam definisi Strategic Management itu sendiri. Tanpa visi, seorang manager akan sulit memahami apa yang terjadi di lingkungannnya dengan tajam dan tepat. Tanpa misi, visi, tujuan dan values yang diperlukan dalam mengembangkan arah atau kiprah organisasi tidak mungkin dirumuskan dengan tepat dan komprehensif. Strategi dengan implementasinya, sulit diterapkan tanpa merujuk kepada visi yang ada di dalam “organizational, direction, mission, and objectives”.




Diposting oleh Unknown di 02.04 26 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 23 November 2017

Pengertian, Fungsi, dan Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan


             Dalam kehidupan yang semakin lama semakin ketat kompetensi dalam bidang pekerjaan ini, kita dituntut untuk dapat mengatur segala sesuatu dengan sistematis. Dalam menjalankan suatu proses kerja seseorang harus mempunyai pengetahuan tentang manajemen dari pekerjaannya tersebut. Dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian dan ruang lingkup dari Manajemen pendidikan yang akan memperkaya wawasan keilmuan kita.

A. Pengertian Manajemen Pendidikan

1.       Definisi Manajemen
          Menurut asal katanya, Management berasal dari kata latin yaitu “manus” yang artinya “to control by hand” atau “gain result”. Kata manajemen mungkin juga berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti “mengendalikan,” Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
           Manajemen dapat didefinisikan sebagai “proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan, dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sumber-sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien”. Manajemen adalah Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya.

        Menurut Mary Parker Follet Manajemen Adalah sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi

        Menurut Ricky W. Griffin Manajemen Adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal
       Menurut Drs. Oey Liang Lee Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
          Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.
            Dari beberapa definisi menurut asal kata dan definisi dari pendapat ahli, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai apa yang dimaksud dengan managemen. Manajemen adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.

2.       Definisi Pendidikan
        Dalam UU Sisdiknas Pasal 1 ayat 1 dikatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan prtensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
        Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara

        Menurut M.J. Langeveld, Pendidikan adalah merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum dewasa kepada kedewasaan. Pendidikan ialah usaha menolong anak untuk melaksanakan tugastugas hidupnya, agar bisa mandiri, akil-baliq, dan bertanggung jawab secara susila. Pendidikan adalah usaha mencapai penentuan-diri-susila dan tanggung jawab. Tujuan Pendidikan menurut prof dr langeveld, Pendewasaan diri, dengan ciri-cirinya yaitu : kematangan berpikir, kematangan emosional, memiliki harga diri, sikap dan tingkah laku yang dapat diteladani serta kemampuan pengevaluasian diri. Kecakapan atau sikap mandiri, yaitu dapat ditandai pada sedikitnya ketergantungan pada orang lain dan selalu berusaha mencari sesuatu tanpa melihat orang lain. Pengertian pendidikan menurut driyarkara, Pendidikan didefinisikan sebagai upaya memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf insani.

        Pengertian pendidikan menurut Stella van Petten Henderson, Pendidikan merupakan kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial. Pendidikan adalah pembentukan hati nurani. Pendidikan adalah proses pembentukan diri dan penetuan-diri secara etis, sesuai denga hati nurani.Pengertian pendidikan menurut John Dewey, Education is all one with growing; it has no end beyond itself. (pendidikan adalah segala sesuatu bersamaan dengan pertumbuhan; pendidikan sendiri tidak punya tujuan akhir di balik dirinya).
       Pengertian pendidikan menurut H.H Horne, Dalam pengertian luas, pendidikan merupakan perangkat dengan mana kelompok sosial melanjutkan keberadaannya memperbaharui diri sendiri, dan mempertahankan ideal-idealnya. Carter V. Good Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga iya dapat mencapai kecakapan sosial dan mengembangkan kepribadiannya.

           Pengertian pendidikan menurut Thedore Brameld, Istilah pendidikan mengandung fungsi yang luas dari pemelihara dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat, terutama membawa warga masyarakat yang baru mengenal tanggung jawab bersama di dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah suatu proses yang lebih luas daripada proses yang berlangsung di dalam sekolah saja. Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat tetap ada dan berkembang. Di dalam masyarakat yang kompleks, fungsi pendidikan ini mengalami spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal yang senantiasa tetap berhubungan dengan proses pendidikan informal di luar sekolah).
         Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkualitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Tujuan Pendidikan dalam (UU Sisdiknas Pasal 3) menyatakan bahwa Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

3.       Definisi Manajemen Pendidikan

     Dilihat dari pengertian manajemen dan pengertian pendidikan diatas, maka kita dapat mendefinisikan Manajemen Pendidikan sebagai suatu Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, method, machines, market, minute dan information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.

B .Objek Kajian Manajemen pendidikan

Objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan ada tujuh , yaitu :
  1. Man
     Man atau manusia adalah unsur terpenting yang perlu dikelola dalam manajemen pendidikan, pengelolaan yang biasa dilakukan misalnya dengan mengorganisasikan manusia dengan melihat apa yang menjadi keahlian orang tersebut.
      2. Money
     Money atau uang dimaksudkan untuk mengelola pemdanaan atau pembiayaan secara efisien sehingga tidak terjadi pemborosan dalam suatu lembaga pendidikan.
      3. Materials
     Materials atau bahan materi merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam manajemen pendidikan, melalui pengelolaan material maka bisa terbentuk kurikulum yang berisi panduan dasar untuk mentranfer ilmu dari guru ke siswa.
      4. Method
       Pengelolaan metode juga harus dilakukan dengan baik, metode yang digunakan untuk mengajar guru di sekolah satu dengan guru di sekolah lain tidak sama karena tergantung pada kesiapan siswa yang diajar.
      5.Machines
      Pengelolaan mesin bertujuan untuk dapat mengelola mesin yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar supaya dapat digunakan sebaik mungkin dan tidak cepat mengalami kerusakan, untuk orang yang mengelola mesin biasanya harus orang yang benar-benar tau cara merawat mesin tersebut dengan baik
      6. Market
       Market atau pasar adalah salah satu kunci yang menentukan sekolah atau lembaga pendidikan tersebut menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, pasar yang dimaksud adalah masyarakat secara luas, sasaran yang dituju adalah masyarakat yang berniat menyekolahkan putra putri mereka.
      7. Minutes
      Minutes atau waktu perlu dikelola dengan baik karena waktu belajar peserta didik di sekolah sangat terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya waktu belajar mengajar menjadi lebih efisien.


C. Tujuan Belajar Manajemen Pendidikan

  • · Efisien dalam menggunakan sumber daya.

Dengan mempelajari manajemen pendidikan dengan baik, diharapkan seseorang dapat mengelola sumber daya secara efisien, misalnya sumber daya yang berupa pembiayaan, waktu dan lain sebagainya.

  • Efektif dalam pencapaian tujuan.
Dengan mempelajari manajemen pendidikan secara berkesinambungan dan secara sungguh-sungguh, diharapkan seseorang dapat mengefektifkanproses dan sumber daya yang dikelola untuk mencapai tujuan dengan optimal.

  • Bermuara pada tujuan pendidikan.
Tujuan manajemen pendidikan tidak akan lepas dari tujuan pendidikan nasional, yaitu  bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

  • Mendukung kegiatan pendidikan dalam upaya mencapai tujuan  pendidikan.
Manajemen pendidikan juga mendukung dan memfasilitasi kegiatan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan pendidikan yang didukung dengan manajemen pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik sehingga tujuan pendidikan yang ditargetkan dapat tercapai.

D. Fungsi Manajemen Pendidikan

          Fungsi manajemen pendidikan adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya.
           Menurut George R. Terry, fungsi manajemen ada empat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi pengendalian (controlling).
       Menurut Luther Gullick , fungsi manajemen ada tujuh yaitu fungsi fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengaturan anggota (staffing), fungsi pengarahan (directing), fungsi koordinasi (coordinating), fungsi pelaporan (reporting) dan fungsi pencapaian tujuan (budgeting).
       Menurut hersey and Blanchard, fungsi manajemen ada empat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi peningkatan semangat (motivating) dan fungsi pengendalian (controlling).
        Pada umumnya ada empat fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pelaksanaan (actuating) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Perencanaan juga dapat didefinisikan sebagai prosespenyusunan tujuan dan sasaran organisasi serta penyusunan “peta kerja” yang memperlihatkan cara pencapaian tujuan dan sasaran tersebut.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi. Pengorganisasian adalah proses penghimpunan SDM, modal dan peralatan, dengan cara yang paling efektif untuk mencapai tujuan upaya pemaduan sumber daya.
  3. Pelaksanaan (actuating) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha. Pelaksanaan adalah proses penggerakan orang-orang untuk melakukan kegiatan pencapaian tujuan sehingga terwujud efisiensi proses dan efektivitas hasil kerja.
  4. Pengendalian (controlling) adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan. Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang pendidikan yang dihadapi. Pengendalian dapat didefinisikan sebagai proses pemberian balikan dan tindak lanjut pembandingan antara hasil yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan dan tindakan penyesuaian apabila terdapat penyimpangan.


E.Ruang Lingkup manajemen

Ruang lingkup dari manajemen pendidikan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu : Menurut Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.
  1. Menurut Wilayah kerja, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas.
  2. Menurut Objek garapan, ruang lingkupnya meliputi : Manajemen siswa, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, mqanajemen pembiayaan dan manajemen humas.
  3. Menurut Fungsi Kegiatan, ruang lingkupnya meliputi : Merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi.
Diposting oleh Unknown di 18.47 23 komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2017 (2)
    • ▼  Desember (1)
      • Visi dan Misi dalam Manajemen Pendidika...
    • ►  November (1)
Widget-Animasi-Blog

Translate

Tema Perjalanan. Diberdayakan oleh Blogger.